Halalbihalal PJT 2026, Pramono Anung Tegaskan Perantau Jateng Pilar Harmoni Jakarta

JAKARTA,Majapahittv.com -| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri halalbihalal Paguyuban Jawa Tengah (PJT) 2026 di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4). Kegiatan bertema “Bersama dalam Kebersamaan, Harmonis Sepanjang Masa” ini menjadi ruang mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kontribusi sosial masyarakat Jawa Tengah di perantauan.

Dalam sambutannya, Pramono menyoroti besarnya peran warga Jawa Tengah di Jakarta dan wilayah Jabodetabek. Ia menyebut, komunitas tersebut telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ibu kota, terutama dalam mendorong Jakarta menuju kota global.

“Masyarakat Jawa Tengah yang berada di Jakarta maupun Jabodetabek jumlahnya cukup besar dan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan serta perkembangan Jakarta,” ujar Pramono.

Menurut dia, tema yang diusung mencerminkan nilai guyub rukun yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat ibu kota. Ia pun mengapresiasi konsistensi Paguyuban Jawa Tengah dalam menyelenggarakan kegiatan halalbihalal sebagai wadah silaturahmi lintas generasi.

“Saya bersyukur dapat hadir. Tagline ‘Guyub Gayeng Salawase’ saya tambahkan menjadi ‘migunani’, yang berarti bermanfaat. Harapannya, kebersamaan ini benar-benar memberi manfaat bagi Jakarta,” kata dia.

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai komunitas perantau, termasuk PJT. Upaya tersebut dinilai penting dalam menjaga keharmonisan, kerukunan, serta toleransi sebagai fondasi menuju kota global yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Wiranto selaku Dewan Kehormatan PJT dan Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada 100 anak yatim. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih dan Badan Amil Zakat Nasional.

Didirikan sejak 1995, Paguyuban Jawa Tengah menjadi simbol kekeluargaan bagi warga perantau asal Jawa Tengah. Organisasi ini juga aktif menginisiasi berbagai kegiatan sosial dan edukatif yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Keberadaan warga Jawa Tengah di Jakarta, menurut Pramono, bukan hanya memperkaya keberagaman etnis, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menjaga harmoni dan mendorong kemajuan kota.[DaBon]

Show More
Back to top button