Polda Metro Jaya Selamatkan Jutaan Warga dari Ancaman Narkoba Sepanjang 2025

JAKARTA,Mediaberitakini.com-| Polda Metro Jaya mengungkap tingginya ancaman narkotika di wilayah Jakarta dan sekitarnya sepanjang tahun 2025. Dalam satu tahun, kepolisian berhasil menyita lebih dari 3,2 ton narkoba dari berbagai jenis, dengan nilai ekonomi yang ditaksir mencapai Rp1,7 triliun.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mencatat, pengungkapan tersebut berasal dari 7.426 kasus narkotika yang ditangani selama 2025. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih menjadi persoalan serius di ibu kota.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Ahmad David menyampaikan bahwa jenis narkotika yang paling banyak diamankan adalah sabu, disusul ganja dan tembakau sintetis. Selain narkotika berbentuk padat, polisi juga menemukan sabu cair, ekstasi, hingga zat anestesi etomidate yang disalahgunakan.

Dari ribuan kasus tersebut, polisi menetapkan 9.894 tersangka, mayoritas merupakan laki-laki. Namun demikian, kepolisian juga mencatat keterlibatan perempuan, anak-anak, serta puluhan warga negara asing dalam jaringan narkotika.

Menariknya, sebagian besar tersangka justru merupakan pengguna atau pecandu, bukan pelaku utama jaringan. Kondisi ini menjadi dasar Polda Metro Jaya untuk mengedepankan pendekatan rehabilitasi dibandingkan pemidanaan semata.

“Lebih dari separuh tersangka kami arahkan ke rehabilitasi medis dan sosial. Ini penting agar mereka bisa pulih dan tidak kembali terjerumus,” ujar Ahmad David dalam Rilis Akhir Tahun 2025.

Selain penindakan, Polda Metro Jaya juga memperkuat upaya pencegahan berbasis masyarakat melalui pembentukan 32 Kampung Tangguh Anti Narkoba. Program ini melibatkan warga di tingkat RT dan RW untuk mendeteksi serta mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Menurut kepolisian, setiap hari rata-rata 27 orang berisiko terpapar narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Karena itu, kolaborasi antara aparat, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menekan peredaran narkotika.

Sepanjang 2025, pengungkapan kasus narkoba oleh Polda Metro Jaya meningkat signifikan dan diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa dari dampak penyalahgunaan narkotika***[DaBon]

Show More
Back to top button