Jatman Lampung Gelar Pelantikan Dan Raker 1
Bertempat di Universitas Islam AN Nur Jati Agung Lampung.

mediaberitakini.com Lampung — Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu‘tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Idaroh Wustho dan Idaroh Syu’biyah se-Provinsi Lampung menggelar Rapat Kerja (Raker) I dan Pelantikan Pengurus, Sabtu–Ahad (3–4/1/2026), bertempat di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, kompleks Universitas Islam An-Nur Lampung, Jati Agung.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas dakwah thoriqoh di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan akademisi dan generasi muda. Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan iftitah oleh Rais Idaroh Wustho JATMAN.
Ketua Panitia, KH Abdul Adib, menyampaikan bahwa raker dan pelantikan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat struktur organisasi serta memperjelas arah gerak dakwah thoriqoh ke depan. Menurutnya, sinergi antar-pengurus menjadi kunci agar program kerja yang dirumuskan benar-benar aplikatif dan menyentuh kebutuhan umat.
“Kami ingin memastikan setiap program kerja yang disusun mampu menjawab kebutuhan umat, baik dari aspek spiritualitas, sosial, maupun penguatan kelembagaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara Idaroh Wustho dan Idaroh Syu’biyah diharapkan mampu melahirkan gagasan yang relevan dengan tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai tasawuf dan ajaran para masyayikh.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Jati agung sekaligus Rektor Universitas Islam An-Nur Lampung, KH Andi Warisno, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan JATMAN menjadikan kampusnya sebagai tuan rumah kegiatan.
“Kampus sebagai pusat keilmuan harus menjadi ruang terbuka bagi nilai-nilai spiritualitas, termasuk thoriqoh, agar lahir generasi intelektual yang cerdas secara akademik dan matang secara rohani,” ungkapnya.
Menurut KH Andi Warisno, integrasi antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi berakhlak dan beradab. Ia menegaskan bahwa kehadiran thoriqoh di lingkungan kampus justru menjadi kebutuhan zaman.
Dukungan serupa disampaikan Mudir Idaroh Wustho Provinsi Lampung, KH Muhtar Ghozali. Ia menekankan pentingnya kehadiran aktif para pengamal thoriqoh di ruang-ruang akademik.
“Kampus dan perguruan tinggi harus menjadi ladang spiritual, salah satunya melalui fasilitasi kegiatan suluk bagi generasi muda dan mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu‘tabaroh An-Nahdliyah (Gemmatan),” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa JATMAN merupakan jam’iyyah dakwah, dengan thoriqoh sebagai gerakan dakwah utamanya, sehingga nilai-nilai tasawuf dapat diamalkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Idaroh Ali JATMAN, KH Ali Muhammad Abdillah, menyampaikan arahan berdasarkan hasil Kongres Nasional JATMAN di Solo. Ia menjelaskan bahwa pembentukan struktur lajnah saat ini telah disesuaikan dengan kebutuhan dakwah thoriqoh di berbagai bidang.
“Ini menunjukkan bahwa JATMAN semakin tertata dan terstruktur, sehingga siap menjawab tantangan zaman,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dakwah thoriqoh kini tidak hanya berkembang di pesantren, tetapi telah merambah ke ruang publik, pusat kota, hingga kancah internasional. Di Provinsi Lampung sendiri, seluruh 15 kabupaten/kota telah memiliki Idaroh Syu’biyah yang terstruktur dan memiliki SK.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kiprah JATMAN telah menembus batas negara. Pada Agustus mendatang, JATMAN dijadwalkan menjadi pembicara dalam forum sufi se-Asia Tenggara di Sabah, Malaysia, serta forum sufi dunia di Maroko. ( kini..).







