Ekraf Dorong Produksi Film Internasional, “Happy Eyes” Angkat Potensi Lokasi Indonesia

JAKARTA,MediaBeritaKini.com -| Kementerian Ekonomi Kreatif menerima audiensi tim produksi film internasional Happy Eyes, proyek kolaborasi sineas Indonesia dan Prancis yang mengusung genre petualangan anak. Film ini disutradarai oleh sineas asal Prancis, Gilles de Maistre, serta didanai oleh StudioCanal France melalui Moana France, bekerja sama dengan rumah produksi Indonesia, Jungle Run Production.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai proyek ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia Prancis, khususnya di subsektor film, animasi, dan video. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari implementasi nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua negara.
“Kolaborasi lintas negara menjadi langkah konkret untuk membuka lebih banyak peluang investasi subsektor ekonomi kreatif, khususnya film. Kementerian Ekraf ingin memastikan Indonesia menjadi lokasi syuting yang ramah bagi produksi internasional sekaligus mampu mengangkat talenta lokal ke pasar global,” ujar Riefky di Jakarta, Senin (20/4).
Menurut dia, proyek Happy Eyes berpotensi mendorong peningkatan kapasitas talenta lokal melalui transfer pengetahuan dari kru berstandar internasional. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang jejaring profesional yang lebih luas bagi sineas Indonesia dalam skema ko-produksi global.
Pemerintah, lanjut Riefky, tengah memfinalisasi skema insentif untuk memperkuat daya saing industri film nasional. Skema tersebut mencakup kemudahan perizinan, penguatan ekosistem, hingga potensi pemberian insentif seperti cash rebate bagi produksi film.
Dari sisi produksi, Indonesia dipilih sebagai lokasi utama syuting karena kekayaan alam, budaya, serta pertumbuhan industri kreatif yang dinilai menjanjikan. Proses pengambilan gambar direncanakan berlangsung selama sekitar delapan minggu, dengan lokasi utama di Taman Safari Indonesia, serta sejumlah wilayah lain seperti Bali.
Line producer Happy Eyes, Chali Sakyan, menyebut saat ini tim masih berada pada tahap pra-produksi. Proses casting dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, sementara syuting direncanakan dimulai pada pertengahan Juli hingga September 2026.
Film ini tidak hanya berorientasi pada karya sinema, tetapi juga membawa misi edukasi dan promosi. Cerita berpusat pada persahabatan seorang anak perempuan bernama River dengan bayi orangutan bernama Happy, yang mengangkat pesan pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa.
“Proyek ini diharapkan memberi dampak luas, tidak hanya bagi sektor ekonomi kreatif, tetapi juga pariwisata. Indonesia memiliki potensi besar sebagai lokasi syuting strategis dengan keindahan alam dan budaya yang menarik bagi investor global,” ujar Chali.
Melalui proyek ini, pemerintah berharap Indonesia semakin diperhitungkan sebagai destinasi produksi film internasional, sekaligus memperkuat posisi industri kreatif nasional di kancah global.[DaBon]







