Panas 35 Derajat, Hujan Gol 5-1: Putra Sejati Membakar Ragunan di Pancoran

Ada yang lebih panas dari terik matahari Jakarta siang itu permainan Putra Sejati

JAKARTA,MediaBeritaKini.com -| Lapangan 1 sintetis PSF Pancoran, Minggu (5/4), bukan sekadar jadi arena pramusim Liga Jakarta U-17. Ia berubah jadi panggung demonstrasi kekuatan. Di bawah suhu 35°C, Putra Sejati seperti tak tersentuh, membantai Bintang Ragunan dengan skor telak 5-1 dalam laga yang terasa lebih seperti pernyataan, bukan sekadar pertandingan.

Sejak peluit pertama berbunyi pukul 10.00 WIB, satu hal langsung terasa: Putra Sejati datang bukan untuk mencoba mereka datang untuk menguasai.

Baru tiga menit laga berjalan, Raditiya Fadillah Syahroni sudah membuka kran gol. Serangan cepat, presisi, dan tanpa kompromi. Itu bukan gol biasa itu sinyal bahaya.

Babak pertama ditutup dengan skor mencolok 4-0. Bintang Ragunan seperti dipaksa bermain di bawah bayang-bayang tekanan yang tak kunjung reda. Setiap celah diserang, setiap kesalahan dihukum.

Namun cerita paling menarik justru lahir setelah jeda.

Alih-alih menurunkan tempo, Putra Sejati mengganti mesin. Rotasi pemain dilakukan, tapi intensitas tetap menyala. Bahkan, justru para pemain cadangan yang menciptakan ledakan kedua.

Nama-nama seperti Ibrahimovic Afriansyah, Jebat Najibul Akbar, dan Raffy Fathurahman tampil bukan sebagai pelapis mereka jadi pembeda.

Ibrahimovic, yang masuk sebagai supersub, langsung memberi efek domino. Satu gol ia cetak, tapi dampaknya jauh lebih besar: lini belakang Bintang Ragunan runtuh. Ruang terbuka, tekanan meningkat, dan gol-gol berikutnya pun lahir.

Jebat menambah dua gol, Raffy ikut mencatatkan namanya, dan Putra Sejati benar-benar mengunci dominasi.

Bintang Ragunan sempat membalas satu gol di menit 65 lewat upaya yang dipimpin kapten Riziq Tafarel. Tapi itu lebih seperti percikan kecil di tengah kobaran api besar.

Asisten pelatih Rudy Gouw mengakui, babak pertama tidak semudah yang terlihat di papan skor. Namun keputusan rotasi menjadi kunci.

“Uniknya, gol justru datang dari pemain cadangan. Mereka memberi energi baru dan mengubah ritme permainan,” ujarnya.

Kemenangan ini bukan hanya soal angka 5-1. Ini adalah pesan keras untuk kompetisi Liga Jakarta U-17 2026: Putra Sejati bukan tim biasa. Mereka punya kedalaman skuad, fleksibilitas taktik, dan mental menyerang yang konsisten dari menit pertama hingga akhir.

Sementara itu, Bintang Ragunan punya pekerjaan rumah besar terutama di lini pertahanan yang terlalu mudah ditembus.

Jika ini hanya pramusim, maka satu hal pasti: musim sesungguhnya bisa jauh lebih panas.|Foto : Moh.ChandraAmin

Show More
Back to top button