Hadapi Ancaman Siber Global, Indonesia Serukan Kolaborasi di Moskow dan Bekali WNI Jadi “Duta Digital”

Mediaberitakini.com |
Di tengah laju teknologi digital yang kian pesat, ancaman di ruang siber seperti disinformasi, penipuan data, hingga judi online tak bisa lagi dihadang sendirian oleh satu negara. Menyikapi hal ini, Indonesia secara aktif menggalang kolaborasi keamanan siber global sekaligus memperkuat ketahanan digital warganya, termasuk jutaan Warga Negara Indonesia di Luar Negeri (WNILN).
Komitmen ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Eko D. Indarto, dalam XIX International Forum on International Information Security di Moskow, 16-18 September 2025.
Diplomasi Digital Indonesia di Panggung Global
Dalam forum yang dihadiri perwakilan puluhan negara seperti China, India, Singapura, dan sektor swasta itu, Eko Dono (sapaan akrabnya) menekankan bahwa pertumbuhan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk menciptakan peluang, bukan malah menjadi sumber ancaman.
“Indonesia mendorong kemitraan global yang setara dan inklusif. Kolaborasi antarnegara, sektor bisnis, dan masyarakat sipil adalah kunci untuk menciptakan ekosistem siber yang aman, stabil, dan terbuka,” tegas Dono di hadapan para delegasi.
Namun, ia mengingatkan, kerja sama ini harus tetap berpegang pada prinsip penghormatan terhadap kedaulatan digital setiap negara. Keikutsertaan Indonesia dalam forum strategis ini bukan hanya untuk menunjukkan kepemimpinan, tetapi juga untuk mendapatkan wawasan terkini guna memperkuat sistem pertahanan siber nasional.
Langkah Konkret: Dari Moskow, WNI di Rusia Dibekali Ilmu Tangkal Ancaman Siber
Usai forum, komitmen pemerintah tidak berhenti pada level diplomasi. Eko Dono langsung menyelenggarakan dialog interaktif dengan masyarakat Indonesia yang berdomisili di Rusia. Pertemuan bertajuk “Cerdas dan Aman di Dunia Maya” ini fokus pada literasi digital untuk menangkal ancaman nyata, khususnya judi online dan penipuan siber.
“Judi online adalah pintu masuk kejahatan siber yang serius. Aktivitas ini sering digunakan untuk pencucian uang, penipuan, hingga pengumpulan data pribadi yang bisa mengancam stabilitas ekonomi dan kedaulatan negara,” jelas Eko Dono.
Ia mengungkapkan, tantangan yang dihadapi masih besar, mulai dari terbatasnya SDM keamanan siber, rendahnya kesadaran masyarakat, hingga pesatnya perkembangan ancaman yang kini didukung teknologi Kecerdasan Buatan (AI).
Jadi Duta Digital, Peran Baru WNI di Era Digital
Dalam dialog hangat tersebut, Eko Dono mendorong WNI di Moskow untuk berperan aktif sebagai “Duta Digital Indonesia”. Peran ini meliputi:
-
Menjadi agen edukasi bagi keluarga dan komunitas.
-
Pelopor praktik aman bermedia digital.
-
Jembatan informasi dan budaya digital positif.
-
Pelindung reputasi bangsa melalui perilaku digital yang bijak.
Para peserta juga dibekali tips praktis melindungi diri di dunia maya, seperti menggunakan kata sandi kuat dan autentikasi dua faktor, mewaspadai email phising, memperbarui perangkat lunak secara rutin, serta bijak dalam membagikan informasi pribadi. Masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan konten mencurigakan melalui kanal resmi seperti aduan konten.id.
Dengan langkah diplomasi yang proaktif dan pembekalan literasi kepada warga, Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam membangun ketahanan digital yang tangguh, dimulai dari tingkat global hingga individu warga negaranya di mana pun berada.







