Tiga Dekade RCTI Sports: Dari Ruang Redaksi Melahirkan Bintang Televisi dan Insan Olahraga
Waktu boleh berjalan tiga puluh tahun, tetapi kenangan di ruang redaksi tak pernah benar-benar usang

Jakarta,Mediaberitakini.com –|Jumat Malam(13/3) di Bakso Lapangan Tembak Senayan tepat di seberang TVRI para alumni RCTI Sports kembali duduk satu meja. Bukan sekadar reuni, melainkan pertemuan para pelaku sejarah yang pernah menghidupkan layar kaca Indonesia lewat liputan olahraga kelas dunia.
Mereka adalah generasi yang pernah berlari dari venue ke venue, mengejar siaran langsung, mengirim laporan dari stadion-stadion besar dunia. Dari World Cup, EURO, Liga Champions, Olimpiade, Asian Games, SEA Games, Thomas & Uber Cup hingga PON denyut olahraga dunia pernah mereka bawa masuk ke ruang keluarga di seluruh Indonesia.
Dari ruang redaksi itu pula lahir banyak nama besar. Sebagian menjadi wajah televisi, sebagian menjadi produser kreatif, sebagian lagi memimpin lembaga penyiaran. Mereka menyebar ke berbagai stasiun televisi nasional tetap eksis, tetap berkarya.
Reuni yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini menghadirkan kembali wajah-wajah lama: Linda Wahyudi, Andi Chairil, Gita Suwondo, Erick Irawan, Josef Erwiyantoro, Herti Purba, Yoyon Ukrawinata, Olan Fatah, Hadi Gunawan, Untung Pranoto, dan banyak sahabat lain yang pernah berbagi ruang redaksi yang sama.
Linda Wahyudi yang dulu dikenal sebagai presenter olahraga RCTI kini memimpin IMsport TV sebagai CEO. Baginya, Ramadan membuat pertemuan ini terasa lebih bermakna.
“Kadang kami masih bertemu di sekitar Senayan. Tapi Ramadan membuat silaturahmi ini terasa lebih dalam,” ujarnya.
Cerita lain datang dari Andi Chairil, mantan produser RCTI Sports yang kemudian menapaki dunia produksi televisi nasional. Dari membantu kelahiran TV7 hingga menciptakan berbagai program populer di Trans7 seperti Empat Mata dan Opera Van Java.
Di balik gemerlap layar kaca, kata Andi, kreativitas televisi selalu lahir dari eksperimen dan kadang juga dari kegagalan. Seperti pertandingan olahraga, tidak semua strategi berakhir kemenangan. Tetapi dari sanalah ide-ide baru lahir.
Kini, perjalanan para alumninya terus berlanjut. Yoyon Ukrawinata masih berkarya di MNC Group, sementara Untung Pranoto melanjutkan kiprahnya di GarudaTV.
Di tengah tawa dan cerita lama, satu hal terasa jelas: televisi tidak hanya dibangun oleh kamera dan mikrofon. Ia dibangun oleh persahabatan, tenggat waktu, adrenalin liputan, dan semangat tim yang pernah berlari bersama mengejar berita.
Di sudut Senayan malam itu, tiga dekade perjalanan terasa seperti pertandingan yang baru saja usai dan para pemainnya kembali berkumpul di ruang ganti yang sama.
Karena bagi mereka, RCTI Sports bukan sekadar tempat bekerja.
Ia adalah rumah tempat banyak mimpi lahir… dan terus hidup hingga hari ini.[DaBon]







