Dinamika Ketahanan Nasional dan Ketangguhan Perempuan Bersama Prof Dr Indira Santi kertabudi

mediaberitakini.com Dalam upaya memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika perubahan global, peran perempuan kembali mendapatkan sorotan strategis melalui kegiatan “Ketangguhan Perempuan dan Dinamika Ketahanan Nasional” yang menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Indira Santi Kertabudi, M.Si., Ph.D, akademisi dan pakar ketahanan nasional dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Kegiatan ini menekankan pentingnya tiga pilar ketahanan Nasional,Yaitu ketahanan,keamanan ( Polri),Pertahanan ( TNI ),Serta Pentingnya ketangguhan perempuan sebagai unsur kunci dalam menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan budaya bangsa. Prof. Indira menyampaikan bahwa perempuan tidak hanya memiliki peran vital dalam keluarga, tetapi juga dalam ruang publik sebagai agen perubahan, penjaga nilai kebangsaan, dan penguat kohesi sosial.
“Ketahanan nasional tidak dapat dipisahkan dari kualitas ketangguhan masyarakatnya. Perempuan berada pada posisi strategis dalam membangun karakter, memperkuat pendidikan nilai, dan menjadi pilar penting dalam menciptakan lingkungan yang adaptif terhadap dinamika global,” ujar Prof. Indira dalam paparannya.
Dalam sesi tersebut, Prof. Indira juga Menegaskan bahwa Lemhanas menempatkan Ketahanan Nasional sebagai Sebuah sistem Yang kokoh karna di Topang 8 Gatra Penting,Di sisi lain Prof Indira menyoroti berbagai tantangan kontemporer, termasuk perkembangan teknologi, disrupsi ekonomi digital, ancaman nonmiliter, hingga potensi konflik sosial yang memerlukan kecerdasan emosional, kepemimpinan inklusif, serta partisipasi aktif perempuan.
Program ini tidak hanya bersifat edukatif namun juga produktif, mendorong kolaborasi lintas sektor dan memperkuat jejaring perempuan pemimpin di berbagai bidang. Peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai strategi penguatan kapasitas diri, wawasan kebangsaan, serta kontribusi nyata dalam memperkokoh ketahanan nasional.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional dan mendorong lahirnya generasi pemimpin perempuan yang lebih tangguh, visioner, dan berdaya saing global.







