Kemenko Polkam Gelar Forum Kolaborasi Quad-Helix Hadapi Ancaman Siber di Yogyakarta

Mediaberitakini.com | Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI menggelar Forum Komunikasi dan Koordinasi untuk memperkuat kolaborasi dalam pencegahan dan penanganan insiden siber di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas siber (Quad-Helix) ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polhukam, Marsda TNI Eko D. Indarto, pada Kamis (28/8/2025).

Forum ini digelar sebagai respons atas meningkatnya ancaman dan insiden siber seiring dengan akselerasi transformasi digital di Indonesia. Provinsi DIY sebagai salah satu pusat pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, memiliki ekosistem digital yang terus berkembang, sehingga menjadikannya wilayah strategis dalam upaya penguatan keamanan siber nasional.

Dalam sambutannya, Eko D. Indarto menekankan bahwa keamanan siber adalah tanggung jawab bersama dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia menyoroti sejumlah insiden siber besar yang terjadi belakangan ini, seperti peretasan Data Pokok Pendidikan Kemendikbud, data BPJS, data KPU, data kependudukan Kemendagri, serta Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).

Sinergi yang solid antara pemerintah sebagai regulator, akademisi sebagai pusat inovasi dan riset, industri sebagai motor penggerak ekonomi digital, serta komunitas sebagai talenta dan pengawas independen, akan menciptakan ekosistem siber yang tangguh dan berdaya tahan,” tegas Eko.

Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk berbagi informasi, pengetahuan, dan pengalaman dalam menangani insiden siber, yang pada akhirnya akan memperkuat kapasitas dan kapabilitas keamanan siber secara nasional.

Acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, termasuk perwakilan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), akademisi, praktisi dari perusahaan teknologi, serta pegiat komunitas keamanan siber. Sesi diskusi interaktif dirancang untuk memetakan tantangan utama, berbagi praktik terbaik, dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk membangun mekanisme respons insiden yang lebih cepat dan efektif di tingkat daerah.

Show More
Back to top button