Kewirausahaan Hijau dan Digital : Bela Negara Generasi muda

Dr Susetya Herawati ST M,Si

mediaberitakini.com Bela negara sering dipahami sebatas kesiapan fisik, militer, atau pertahanan teritorial. Padahal, di era digital dan globalisasi, makna bela negara jauh lebih luas. Generasi muda Indonesia—yang menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan adalah mereka yang berusia 16–35 tahun—memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga bangsa melalui jalur ekonomi, teknologi, dan lingkungan. Salah satu cara paling relevan adalah melalui kewirausahaan hijau dan digital.

Membangun usaha berarti membangun bangsa. Berwirausaha hijau dan digital berarti membela negara. Dengan berwirausaha, generasi muda tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi nasional, menjaga lingkungan, dan menegakkan nilai-nilai Pancasila. Inilah wajah baru bela negara di era pengetahuan.

Pancasila sebagai Fondasi Kewirausahaan

Kewirausahaan yang berakar pada Pancasila bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga menegakkan nilai kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila menjadi kurikulum hidup yang membentuk karakter bela negara: integritas, keadilan, persatuan, partisipasi, dan keberpihakan pada rakyat.

Sebagaimana sering ditegaskan, “Generasi muda adalah motor bela negara di era digital.” Fondasi Pancasila memastikan bahwa motor tersebut bergerak dengan arah yang benar, beretika, dan berkeadilan.

Era Digital: Arena Baru Bela Negara

Generasi muda hidup di era digital. Startup, e-commerce, fintech, agritech, hingga platform kreatif menjadi arena baru perjuangan. Mereka memiliki modal disiplin, loyalitas, dan semangat kebangsaan yang bisa diterjemahkan menjadi keberanian mengambil risiko, konsistensi dalam inovasi, dan komitmen membangun usaha digital yang memperkuat ekonomi nasional.

Di era digital, bela negara berarti menguasai teknologi, bukan sekadar menjadi konsumen. “Knowledge-based economy menjadikan kewirausahaan bukan sekadar bisnis, tetapi gerakan nasional.” Dengan pengetahuan dan kreativitas, generasi muda bisa menciptakan aplikasi, produk, atau layanan yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengharumkan nama bangsa di kancah global.

Kewirausahaan Hijau: Menjaga Indonesia untuk Generasi Mendatang

Selain digital, isu lingkungan menjadi tantangan besar. Indonesia kaya sumber daya alam, tetapi juga rentan terhadap kerusakan ekologi. Bela negara berarti menjaga bumi Indonesia agar tetap lestari.
Kewirausahaan hijau adalah usaha yang ramah lingkungan, berbasis energi terbarukan, atau produk lokal berkelanjutan. Contohnya: bisnis wisata desa berbasis ekologi, produk UMKM ramah lingkungan, atau teknologi pengelolaan sampah dan energi bersih.

“Berwirausaha hijau berarti menjaga bumi Indonesia untuk generasi mendatang.” Dengan berwirausaha hijau, generasi muda tidak hanya membangun ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan bangsa.

Knowledge-Based Economy: Pilar Bela Negara Modern

Ekonomi saat ini tidak lagi bertumpu pada tenaga kerja murah atau eksploitasi sumber daya alam semata. Dunia bergerak menuju knowledge-based economy, yaitu ekonomi berbasis pengetahuan, inovasi, dan kreativitas.

Generasi muda Indonesia harus menjadi bagian dari transformasi ini. Dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan digital, mereka bisa menciptakan usaha yang berdaya saing global sekaligus menjaga lingkungan. Knowledge-based economy mendorong efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan—tiga hal yang sejalan dengan semangat bela negara.

Bela negara berarti memastikan bangsa tidak tertinggal dalam arus globalisasi. Dengan ekonomi berbasis pengetahuan, Indonesia bisa berdiri tegak sebagai negara yang mandiri, berdaulat, dan berkelanjutan.

Kurikulum Kewirausahaan sebagai Instrumen Bela Negara

Kewirausahaan tidak cukup diajarkan sebagai keterampilan teknis. Ia harus masuk dalam kurikulum pendidikan sebagai instrumen bela negara. Pengalaman saya sebagai fasilitator di 12 provinsi bersama Kemenpora membuktikan bahwa kurikulum kewirausahaan mampu membentuk mindset generasi muda: dari sekadar mencari pekerjaan menjadi pencipta lapangan kerja.

Paradigma baru ini penting: entrepreneurship bukan sekadar bisnis, tetapi gerakan nasional untuk kemandirian bangsa. Dengan kurikulum yang baik, kewirausahaan bisa menjadi bagian dari pendidikan karakter, mengintegrasikan etika, logika, dan kebangsaan.

Peran Generasi Muda

Generasi muda memiliki keunikan. Mereka tumbuh dengan semangat kebangsaan, akses teknologi, dan energi kreatif. Dengan kewirausahaan, mereka bisa melanjutkan tradisi pengabdian orang tua, tetapi dalam bentuk yang relevan dengan zaman.

Mereka bisa membangun startup digital yang memperkuat ekonomi nasional, mengembangkan usaha sosial yang memberdayakan masyarakat, atau menjadi pionir green entrepreneurship yang menjaga lingkungan. Dengan karakter kuat dan akses pendidikan, generasi muda berpotensi menjadi motor gerakan kewirausahaan bela negara.

Penutup: Bela Negara 4.0

Bela negara di era digital bukan hanya soal senjata, tetapi juga soal ide, inovasi, dan usaha. Kewirausahaan hijau dan digital adalah bentuk bela negara generasi muda. Pancasila menjadi kompas, era digital menjadi arena, knowledge-based economy menjadi pilar, dan lingkungan menjadi tanggung jawab.

Mari jadikan kewirausahaan sebagai gerakan nasional bela negara generasi muda. Dengan semangat ini, pemuda Indonesia dapat membuktikan bahwa cinta tanah air bisa diwujudkan melalui karya, inovasi, dan keberlanjutan.

Profil Penulis :
Dr. Susetya Herawati ST, M.Si , Ketua Bidang Pendidikan dan Sosial Budaya Pengurus Pusat FKPPI

Show More
Back to top button